EKSTRAKURIKULER JURNALISTIK SEBAGAI WADAH MELATIH

Kategori Berita

Robiansyah - Minggu,30 September 2018


EKSTRAKURIKULER JURNALISTIK SEBAGAI WADAH MELATIH KREATIFITAS SISWA 


Oleh : ROBIANSYAH, ST (Guru Pengajar Produktif & Guru Pembimbing Jurnalistik)

logo yuppentek 2

Dalam perkembangan dunia remaja dan dewasa tidak lepas oleh lingkungan dengan berbagai basis seperti perkembangan teknologi. Menjamurnya jenis dan ragam sosial media menjadi informasi tanpa batas dan bahkan tanpa dilakukan penyaringan serta kepantasan dalam penyajian. Tidak sedikit pula perkembangan yang menjadi dampak negatif perkembangan mentalitas remaja saat ini.

 

Saat ini disekolah SMK Yuppentek 2 Curug memberikan fasilitas dan wadah dalam melakukan serta mengarahkan kreatifitas dalam beberapa ekskul yang bertujuan selain menumbuh kembangkan sikap mencintai dunia belajar dan tetap berkreatifitas belajar diluar jam belajar.

Salah satu pengembangan ekskul yang tersedia adalah JURNALISTIK.

 

Jurnalistik secara konvensional dalam penyajian berita melalui media cetak seperti surat kabar, tabloit, majalah dalam penyebaran informasinya. Dalam pencarian berita jurnalistik konvensional menggunakan berbagai media pencari faktual informasi dan aktual terjadi, baik pencarian secara online ataupun offline dengan mencari narasumber.

 

Dalam tumbuh kembangnya teknologi yang kian mutkhir saat ini untuk perkembangan PERFORMA JURNALISTIK mulai menunjukan pencitraanya yang kian maju. Penyampaian berita melalui website resmi, blogspot, sosial media, bahkan penyampaian berita berbasis streaming sudah kian marak menjadi bagian kebutuhan primer untuk di konsumsi secara publik.

 

Dimana msyarakat selain sebagai konsumen jurnalistik untuk saat ini bisa menjadi produsen dari jurnalistik tersebut. Dalam perkembangan pendidikan non formal di SMK Yuppentek 2 Curug, siswa di berbagai jurusan yang mengikuti ekstrakurikurel jurnalistik akan dilatih dan melatih diri menjadi jurnalis-jurnalis junior yang akan mengembangan potensi diri pribadi mereka mengarah ke publisitas secara positif.

 

Dalam melatih tumbuh kembangnya jurnalis-jurnalis muda ini, mereka dilatih untuk menampilkan pemberitaan secara online maupun offline.

Untuk pemberitaan secara online :

  1. Siswa/i dilatih untuk menulis artikel di website sekolah maupun website pribadi berupa blogspot dengan pemantauan dan bimbingan guru pembimbing.
  2. Siswa/i dilatih untuk membuat artikel yang kemudian dipublikasikan ke media sosial sekolah maupun pribadi.
  3. Siswa/i dilatih untuk membuat reportase berita menggunakan audio video visual yang sebelumnya dilakukan serangkaian editing kemudian dipublikasikan ke media streaming channel.

Untuk pemberitaan secara offline :

  1. Siswa/i dilatih untuk menulis artikel lalu ditampilkan ke Majalah Dinding MADING Sekolah sehingga informasi yang terkait sekolah dan perkembangannya dapat disampaikan.

 

Dalam pembuatan artikel online maupun online wajiblah menggunakan bahasa yang sopan dan tersusun sistematis sehingga pembaca memahami berita yang disajikan. Tentunya peran mata pelajaran Bhs Indonesia sangat berperan sebagai fundamental bertutur bahasa sesuai dengan hejaan yang sempurna, akan tetapi untuk lebih membiasakan para siswa melakukan pembuatan pemberitaan maka gaya bahasa disesuaikan dengan gaya bahasa remaja tetap sopan dalam bahasa dan santun dalam berita. Sumber berita juga wajib untuk disampaikan sebagai sebagai narasumber dan menghargai hak cipta jurnalis lainnya.

Revisi pemberitaan sebelum dilakukan publisitas di website sekolah tentunya wajib dilakukan sebelum diterbitkan. Dengan membiasakan membuat pemberitaan dan bimbingan yang terus menerus diharapkan akan membuat siswa/i mampu dan menjadi jurnalis yang hebat dan handal, serta terampil dalam menjadi konsumen berita dan menjadi produsen berita.

 

 

 

 

Berita Terbaru

Arsip Berita

Video Terbaru

Arsip Artikel